Berita Pemkab

Ditengah Pandemi Covid-19, Para Siswa Dhuafa Diberikan Santunan

Ditengah Pandemi Covid-19, Para Siswa Dhuafa Diberikan Santunan

HUMAS - Setelah sebelumnya BAZNAS Kabupaten Pangandaran menyalurkan zakat bagi UMKM se-Kabupaten Pangandaran, kini kembali menggelar penyaluran zakat bagi anak yatim piatu yang sedang atau dan akan bersekolah.

Ada 400 anak mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/sederajat yang mendapat zakat tersebut, penyalurannya sendiri diberikan secara simbolis oleh Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, Senin 14/9/2020 bertempat di Islamic Center Pangandaran.

“Kali ini gebyar penyaluran zakat tahap kedua, setelah sebelumnya bulan kemarin kita menyalurkan zakat kepada 600 pelaku UMKM se-Kabupaten Pangandaran, kali ini khusus untuk siswa SD, SMP, SMA se-Kabupaten Pangandaran", ujar Ketua Baznas Kabupaten Pangandaran H. Hendri Suganda pada laporannya.

Lanjutnya, ia menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan zakat, infaq dan sodaqohnya.
“ Mudah-mudahan acara bantuan siswa yang kurang mampu seperti ini dapat berlangsung setiap tahun dan kedepannya bisa ditingkatkan, serta terimakasih kepada ASN yang telah menitipkan amanah zakatnya melalui BAZNAS, Insya Allah terbuka setiap semester sekali berapa zakat, infaq yang masuk dan berapa yang telah didistribusikan”, ungkapnya.

Sementara itu menurut Bupati, Program ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pangandaran.
“ Satu hal yang amat baik tentu menjadi perhatian untuk kita tingkatkan, BAZNAS ini baru terbentuk hampir 4 tahun, dan ini belum seluruhnya ASN membayar zakat, baru sekitar 3.700 dari ASN atau 40 persen, dan itu sudah memberikan kontribusi yang baik pada kepentingan pembangunan Kabupaten Pangandaran”, tuturnya.

Lanjut beliau, kalau Zakat dikelola secara baik akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa dalam membantu menuntaskan kemiskinan umat.
“Kalau semuanya bayar zakat dan dikumpulkan saya kira akan menjadi kekuatan yang luar biasa, oleh karena itu Baznas Kabupaten Pangandaran kita dorong untuk lebih dulu membantu pada dua hal yaitu keluarga miskin yang berkaitan dengan siswa kurang mampu yatim piatu, yang kedua pada usaha mikro yang produktif", katanya.

Diakhir sambutan beliau menyampaikan bahwa Pemerintah fokus pada pembiayaan, prasarana dan kesejahteraan, sementara hal kecil seperti perlengkapan siswa dilakukan oleh Baznas. 

"Membantu penanganan kemiskinan melengkapi penuntasan wajar 9 tahun, dimana pemerintah berkonsentrasi pada pembiayaan dan sarana sekolah dan peningkatan kesejahteran guru, yang kecil-kecil, sarana yang lain-lain diambil oleh Baznas, terutama menengah kebawah atau kurang mampu.

Dalam hal ini BAZNAS bisa membantu pemerintah dalam membantu perlengkapan sekolah lainnya, sehingga nanti anak-anak yatim disamping oleh pemerintah biaya sekolah ditanggung, tentu perlengkapanya tas, buku tulis, pulpen perlengkapan lainnya bisa dilakukan oleh Baznas", ucapnya.

 

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran