Berita OPD

Bantuan Sembako Terdampak Covid-19 Tahap 2, Mulai Dibagikan

Bantuan Sembako Terdampak Covid-19 Tahap 2, Mulai Dibagikan

HUMAS - Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata kembali menyerahkan bantuan sembako tahap 2 yang merupakan program jaring pengaman sosial dampak covid-19 di Kabupaten Pangandaran. Selasa, 19 Mei 2020.

 

Warga Pangandaran yang menerima JPS ini sejumlah 90.000 KK yang tersebar di 10 Kecamatan 93 Desa. Launching pembagian sembako secara simbolis diawali kepada masyarakat Desa Parakanmanggu, Kecamatan Parigi, bertempat di Dusun Dukuh Manis.

 

Dalam penyerahan tersebut Bupati menyampaikan bantuan ini dalam rangka penanganan dampak covid-19.
“Hari ini saya menyerahkan sembako untuk warga masyarakat sebagai bantuan sosial dalam rangka penanganan covid-19 tahap 2, totalnya 90.000 KK", ungkapnya.

 

Supaya tidak terjadi kesalahan atau tumpang tindih penerima bantuan, Bupati menghimbau kepada seluruh Kepala Desa agar mempangkan data penerima bantuan di papan pengumuman.
"Data penerima bantuan di seluruh desa diharapkan dipasang di papan pengumuman”, tuturnya.

 

Selain itu beliau mengungkapkan bahwa pola yang diberikan berubah, karena sekarang Pemerintah bekerjasama dengan Bulog dalam memberikan sembako.
“Kemarin voucher bentuk hibah uang dalam bentuk voucher mereka belanjakan di warung terdekat. Sekarang ini kita merubah pola dan polanya adalah kita memberikan sembako bekerjasama dengan bulog", ungkapnya.

 

Lanjut Bupati dalam setiap vouchernya terdiridari 10 Kg beras (berasnya beras premium atau beras bagus) minyak 1 Liter, gula 1 kg, Mie Instan 4, serta telur ¾ kg.

 

Beliau pun berharap bahwa pada malam hari raya idul fitri warga masyarakat Pangandaran semua mempunyai bahan pangan.
“Saya berharap nanti tidak ada lagi masyarakat Pangandaran pada malam hari raya idul fitri tidak punya beras semua sudah punya bahan pangan”, harapnya.

 

Selain itu beliau menegaskan bahwa untuk bantuan Provinsi sedang jalan dan BLT juga sudah mulai berjalan, tahap pertama adalah pemberian hibah uang dalam bentuk voucher dan kedua fungsi voucher yang kemarin sebagai uang, fungsi penukaran uang sebagai sembako”, tegasnya.

 

Kartu Keluarga dan kemarin berbeda karena datanya belum valid, sekarang sudah valid jadi sampai dengan hari kamis di seluruh Kabupaten Pangandaran akan berjalan seperti ini”, ungkapnya.

 

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran