Artikel

Kunjungan Wisata Pangandaran 2025 Melonjak Tajam, PAD Pariwisata Naik Signifikan

Kunjungan Wisata Pangandaran 2025 Melonjak Tajam, PAD Pariwisata Naik Signifikan

 

Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pangandaran pada Tahun 2025 mengalami peningkatan sangat signifikan. Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pangandaran, selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 22 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 tercatat sebanyak 264.538 wisatawan berkunjung ke berbagai destinasi wisata. Angka ini meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan periode yang sama Tahun 2024 yang hanya mencapai 128.524 wisatawan, menandakan tren positif pertumbuhan sektor pariwisata Pangandaran.

 

Lonjakan kunjungan wisata tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor retribusi wisata. Sepanjang Tahun 2025, pendapatan retribusi tercatat sebesar Rp47 miliar, meningkat 74 persen dibandingkan Tahun 2024 yang berada di angka Rp27 miliar. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan pariwisata yang lebih tertata mampu memberikan kontribusi nyata terhadap keuangan daerah.

 

Berbagai langkah strategis telah dilakukan Pemkab Pangandaran untuk mendorong capaian tersebut. Di antaranya melalui digitalisasi pembayaran retribusi, penyeleksian lebih ketat petugas penarik retribusi tiket wisata, pembangunan dan sentralisasi lahan parkir, pemeliharaan jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU), serta penanganan cepat terhadap berita hoaks bencana. Selain itu, ASN dikerahkan untuk memonitor objek wisata dan melakukan aksi bersih pantai, didukung peran Polres Pangandaran dalam penindakan pungutan liar tiket wisata. Dukungan kebijakan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui penyelesaian pembangunan Jembatan Sodongkopo sebagai landmark baru Pangandaran, serta kebijakan Pemerintah Pusat berupa Work From Anywhere (WFA) yang turut mendorong mobilitas wisatawan.

 

 

Pemkab Pangandaran menyadari masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu ditangani, seperti persoalan pungli parkir dan pengelolaan sampah, serta berkomitmen mengerahkan seluruh sumber daya untuk menanganinya secara berkelanjutan. Peningkatan kunjungan wisata yang berkorelasi langsung dengan kenaikan PAD akan dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan publik  bagi masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan pariwisata, sejalan dengan misi pembangunan daerah. Pemkab Pangandaran pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, seraya mengajak terus meningkatkan sinergi dan inovasi guna mewujudkan wisata Pangandaran mendunia.

 

portal.pangandarankab.go.id


Artikel : Diskominfo

Foto : Diskominfo